Selasa, 03 April 2012

Urutan Kabel UTP Straight & Cross

Kabel UTP merupakan salah satu media transmisi yang paling banyak digunakan untuk membuat sebuah jaringan local (Local Area Network), selain karena harganya relative murah, mudah dipasang dan cukup bisa diandalkan. Sesuai namanya Unshielded Twisted Pair berarti kabel pasangan berpilin/terbelit (twisted pair) tanpa pelindung (unshielded). Fungsi lilitan ini adalah sebagai eleminasi terhadap induksi dan kebocoran. Sebelumnya ada juga kabel STP (Shielded Twisted Pair), untuk contoh gambarnya dapat dilihat dibawah:

perbedaan kabel UTP-STP
   
Terdapat beberapa jenis kategori kabel UTP ini yang menunjukkan kualitas, jumlah kerapatan lilitan pairnya, semakin tinggi katagorinya semakin rapat lilitannya dan parameter lainnya seperti berikut ini:
  • Kabel UTP Category 1
    Digunakan untuk komunikasi telepon (mentransmisikan data kecepatan rendah), sehingga tidak cocock untuk mentransmisikan data.
  • Kabel UTP Category 2
    Mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sampai dengan 4 Mbps (Megabits per second)
  • Kabel UTP Category 3
    Digunakan pada 10BaseT network, mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sampai 1Mbps. 10BaseT kependekan dari 10 Mbps, Baseband, Twisted pair.
  • Kabel UTP Category 4
    Sering digunakan pada topologi token ring, mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sampai 16 Mbps
  • Kabel UTP Category 5
    mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sampai 100 Mbps, 
  • Kabel UTP Category 5e
    mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sampai 1000 Mbps (1Gbps), frekwensi signal yang dapat dilewatkan sampai 100 MHz.
  • Kabel UTP Category 6
    Mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sampai 1000 Mbps (1Gbps), frekwensi signal yang dapat dilewatkan sampai 200 MHz. Secara fisik terdapat separator yg terbuat dari plastik yang berfungsi memisahkan keempat pair di dalam kabel tersebut.
  • Kabel UTP Category 7 gigabit Ethernet (1Gbps), frekwensi signal 400 MHz
Untuk pemasangan kabel UTP, terdapat dua jenis pemasangan kabel UTP yang umum digunakan pada jaringan komputer terutama LAN, yaitu Straight Through Cable dan Cross Over Cable

Kabel straight
Kabel straight merupakan kabel yang memiliki cara pemasangan yang sama antara ujung satu  dengan ujung yang lainnya. Kabel straight digunakan untuk menghubungkan 2 device yang berbeda.

Urutan standar kabel straight adalah seperti dibawah ini yaitu sesuai dengan standar TIA/EIA 368B (yang paling banyak dipakai) atau kadang-kadang juga dipakai  sesuai  standar TIA/EIA 368A sebagai berikut:

urutan-kabel-utp-straight
Contoh penggunaan kabel straight adalah sebagai berikut :
  1. Menghubungkan antara computer dengan switch
  2. Menghubungkan computer dengan LAN pada modem cable/DSL
  3. Menghubungkan router dengan LAN pada modem cable/DSL
  4. Menghubungkan switch ke router
  5. Menghubungkan hub ke router
Kabel cross over
Kabel cross over merupakan kabel yang memiliki susunan berbeda antara ujung satu dengan
ujung dua. Kabel cross over  digunakan untuk menghubungkan 2 device yang sama. Gambar dibawah adalah susunan standar kabel cross over.

urutan kabel utp crossover

Contoh penggunaan kabel cross over adalah sebagai berikut :
  1. Menghubungkan 2 buah komputer secara langsung
  2. Menghubungkan 2 buah switch
  3. Menghubungkan 2 buah hub
  4. Menghubungkan switch dengan hub
  5. Menghubungkan komputer dengan router
Dari 8 buah kabel yang ada pada kabel UTP ini (baik pada kabel straight maupun cross over) hanya 4 buah saja yang digunakan untuk mengirim dan menerima data, yaitu kabel pada pin no 1,2,3 dan 6.

Membuat kabel Straight dan Cross Over
Untuk membuat sebuah kabel jaringan menggunakan kabel UTP ini terdapat beberapa peralatan yang perlu kita siapkan, yaitu kabel UTP,  Connector RJ-45, Crimping tools dan RJ-45 LAN Tester, contoh gambarnya seperti dibawah ini:

connector rj-45-tang crimping-lan tester

Praktek membuat kabel Straight
  1. Kupas bagian ujung kabel UTP, kira-kira 2 cm
  2. Buka pilinan kabel, luruskan dan urutankan kabel sesuai standar TIA/EIA 368B
  3. Setelah urutannya sesuai standar, potong dan ratakan ujung kabel,
  4. Masukan kabel  yang sudah lurus dan sejajar tersebut ke dalam konektor RJ-45, dan pastikan semua kabel posisinya sudah benar.
  5. Lakukan crimping menggunakan crimping tools, tekan crimping tool dan pastikan semua pin (kuningan) pada  konektor RJ-45 sudah “menggigit” tiap-tiap kabel.
  6. Setelah selesai pada ujung yang satu, lakukan lagi pada ujung yang lain
  7. Langkah terakhir adalah menge-cek kabel yang sudah kita buat tadi dengan menggunakan LAN tester, caranya masukan masing-masing ujung kabel (konektor RJ-45) ke masing2 port yang tersedia pada LAN tester, nyalakan dan pastikan semua lampu LED menyala sesuai dengan urutan kabel yang kita buat.
  8. Dibawah ini adalah contoh ujung kabel UTP yang telah terpasang konektor RJ-45 dengan benar, selubung kabel (warna biru) ikut masuk kedalam konektor, urutan kabel dari kiri ke kanan (pada gambar dibawah ini urutan pin kabel dimulai dari atas ke bawah).
pemasangan kabel UTP ke konektor RJ-45

Demikianlah sekilas penjelasan tentang kabel UTP, category kabel UTP, standar urutan kabel straight dan cross over dan cara membuat kabel jaringan straight menggunakan crimping tools, semoga bisa membantu.

From www.catatanteknisi.com

Selasa, 28 Februari 2012

Konfigurasi Wirelass Access Point
Ada dua buah perangkat wireless, satu buah jenis wireless Access Point (AP) dan sebuah lagi Wireless Cable/DSL Router. Kedua perangkat ini sudah lama tidak difungsikan secara optimal, langsung saja timbul rasa penasaran untuk melakukan konfigurasi AP. Model dan merk perangkat wireless tidak disebutkan, karena tidak dapat fee dari vendor dan memungkinkan exploitasi menjadi lebih mudah oleh pengakses ilegal yang ada di area sekitar kantor he.. he..
Konfigurasi pertama dilakukan terhadap AP, ada passwordnya, password default telah berganti, tidak perlu bertanya ke konfigurator sebelumnya, cari cara untuk melakukan reset ke default factory setting di google.com, dapat beberapa informasi dari forum/milis, setelah dicoba akhirnya konfigurasi AP kembali ke setting awal.
Interface untuk mengatur setting AP dilakukan dengan memasukkan alamat IP perangkat AP melalui browser, beberapa konfigurasi dilakukan, diantaranya dengan:
  1. Mengatur supaya AP dapat berfungsi sebagai DHCP server
  2. Mencoba fitur Wired Equivalent Privacy (WEP) dan Wi-Fi Protected Access (WPA)
  3. Mengatur akses berdasarkan MAC Address device pengakses
  4. dsb
Beberapa konfigurasi yang dibuat tidak bekerja dengan baik, misalnya meski DHCP server telah diatur, AP tidak memberikan IP sesuai dengan alokasi yang ditentukan.
Upgade Firmware
Biasanya perangkat yang mempunyai firmware semacam AP akan menyediakan upgrade firmware untuk melakukan perbaikan, bahkan dengan upgrade firmware akan ada fungsi tambahan atau baru. Langsung saja cari firmware terbaru untuk AP di website vendor. Ternyata sudah ada beberapa release terhadap firmware lama yang ada di AP, download firmware versi terakhir. Firmware yang di download berbentuk file executable, jalankan file tersebut akan melakukan decompress dan menghasilkan file README dan firmware update.
Proses upgrade dapat dilakukan secara mudah, yaitu langsung dilakukan melalui browser, masukkan file firmware update, kemudian klik sumbit, dalam waktu kurang dari satu menit proses upgrade selesai dan firmware baru langsung terpasang. Reset ke default factory setting dilakukan sesuai rekomendasi Vendor yang ada di file README.
Upgrade firmware memberikan hasil yang sangat memuaskan, yaitu DHCP server dapat berfungsi dengan baik dan tersedianya fasilitas tambahan/baru yaitu perangkat wireless sekarang fungsinya menjadi tiga jenis:
  1. Access Point (fungsi default)
  2. Client Bridge Mode
  3. Repeater Mode
AP dan Komputer Server
Saat ini AP telah berfungsi dengan baik dan benar, selanjutnya ada keinginan untuk menyiapkan sebuah komputer untuk dijadikan sebuah server yang akan menyediakan fungsi untuk:
  1. Pengelolaan user
  2. Pengelolaan akses
  3. Proxy dan Firewall
  4. Pengelolaan authentifikasi
  5. Mencatat log/history akses
  6. Menyediakan fitur billing
sumber : Suryana.or.id

Sabtu, 28 Januari 2012

PERINTAH DASAR SQL(DDL, DML,DCL)

Perintah SQL (DDL, DML, & DCL)


1. Data Definition Language (DDL)
Data Definition Language (DDL) merupakan sub bahasa SQL yang digunakan untuk membangun kerangka database. Ada tiga perintah yang termasuk dalam DDL, yaitu:
CREATE : Perintah ini digunakan untuk membuat, termasuk di antaranya membuat database baru, tabel baru, view baru, dan kolom.
ALTER : Perintah ini digunakan untuk mengubah struktur tabel yang telah dibuat. Pekerjaannya mencakup mengganti nama tabel, menambah kolom, mengubah kolom, menghapus kolom, maupun memberikan atribut pada kolom.
DROP : Perintah ini digunakan untuk menghapus database dan tabel.
2. Data Manipulation Language (DML)
Data Manipulation Language (DML) merupakan sub bahasa SQL yang digunakan untuk memanipulasi data dalam database yang telah terbuat. Perintah yang digunakan, di antaranya:
INSERT : Perintah ini digunakan untuk menyisipkan atau memasukkan data baru ke dalam tabel. Penggunaannya setelah database dan tabel selesai dibuat.
SELECT : Perintah ini digunakan untuk mengambil data atau menampilkan data dari satu tabel atau beberapa tabel dalam relasi. Data yang diambil dapat kita tampilkan dalam layar prompt MySQL secara langsung maupun ditampilkan pada tampilan aplikasi.
UPDATE : Perintah ini digunakan untuk memperbarui data lama menjadi data terkini. Jika Anda memiliki data yang salah atau kurang up to date dengan kondisi sekarang, maka dapat diubah isi datanya menggunakan perintah UPDATE.
DELETE : Perintah ini digunakan untuk menghapus data dari tabel. Biasanya data yang dihapus merupakan data yang sudah tidak diperlukan lagi. Pada saat menghapus data, perintah yang telah dijalankan tidak dapat digagalkan, sehingga data yang telah hilang tidak dapat dikembalikan lagi.
3. Data Control Language (DCL)
Data Control Language (DCL) merupakan sub bahasa SQL yang digunakan untuk melakukan pengontrolan data dan server databasenya. Perintah DCL, di antaranya:
GRAND : Perintah ini digunakan untuk memberikan hak/ijin akses oleh administrator (pemilik utama) server kepada user (pengguna biasa). Hak akses tersebut berupa hak membuat (CREATE), mengambil (SELECT), menghapus (DELETE), mengubah (UPDATE), dan hak khusus berkenaan dengan sistem databasenya.
REVOKE : Perintah ini memiliki kegunaan terbalik dengan GRAND, yaitu untuk menghilangkan atau mencabut hak akses yang telah diberikan kepada user oleh administrator.

Selasa, 24 Januari 2012

Rumus HTML

<HTML>
<HEAD>
<TITLE>PII KOMPUTINDO </TITLE>
</HEAD>
<BODY background="nn.jpg" width="3000" height="10000">
<marquee bgcolor="green"><font color="black" size="4" style="VIVALDI">WELCOME TO MY WEB</font></marquee> 
<H3 style="font-family:Baskerville Old Face; color:white; font-si:24px; text-align:center"><b> PII KOMPUTINDO</b></h3><br>
<img src="fatmy.jpg" width="150" height="150" />
<img src="3.jpg" width="150" height="150" />
<img src="5.jpg" width="150" height="150" />
<img src="4.jpg" width="150" height="150" />
<img src="1.jpg" width="150" height="150" />
<h3 style="font-family:Times New Roman"><font color="wtite">SISTIM PEMBELAJARAN di PII KOMPUTINDO</font></H3>
<p><p style="font-family:century gothic; color:green; font-size:16px; text-align:alig text left">Sistim pembelajaran dan pendidikan yang di terapkan oleh <b><blink>PII KOMPUTINDO</blink></b> berdasarkan <I>Lifetime skill</I> atau penguasaan <s>keahlian
seumur hidup,</s><br>yang di topang oleh pengembangan pengetahuan secara mandiri dan pelatihan Sikap untuk siap bersaing dengan para pencari kerja baik di dalam<br>
maupun luar negeri khususnya di kawasan regional,oleh karena itu bisa dipastikan <b><i>Learning Teaching Methods</b></i> berfokus kepada <u>Praktek yang hampir<br> 85%
dan Teori berkisar antara 15%.</font></u></p><p><p style="font-family:century gothic; color:white; font-size:16px; text-align:alig text left"><p><p style="font-family:century gothic; color:white; font-size:16px; text-align:alig text left">Untuk Menunjang Metode Pendidikan ini maka
<b> PII Komputindo</b> <i>Menyediakan Layanan Internet Jaringan wireless<br> Online</i> gratis 24 jam,dan siswa dapat menggunakannya kapanpun mereka
mau tanpa dipungut biaya, mereka<br> juga bisa menggunakan komputer di <s>PII Komputindo</s> untuk praktek babas hal inidimaksudkan agar siswa
dapat<br> mengerjakan proyek-proyek mingguan mereka dan melakukan<b><i> Research</b></i> secara On Line untuk kepentingan<br> belajar mereka.</p>
<p><p style="font-family:century gothic; color:green; font-size:16px; text-align:alig text left">Disamping itu <b>PII</b> juga Menyediakan layanan perpustakaan sebagai sumber referensi bagi siswa guna mengembangkan khasanah pengetahuan
 mereka.<br> Ruangan tutorial dilengkapi dengan perangkat <i><u>Audio Visual</i></u> untuk mendukung pelajaran-pelajaran teori agar bisa di
 praktekkan secara langsung, seperti<br> bahasa Inggris, juga disediakan<b><i> Mini Office, Computer Workshop, serta Internal Communication
 Devices.</b></i></p>
 <p><p style="font-family:century gothic; color:white; font-size:16px; text-align:alig text left">
 <font color="white"><body> Jurusan yang ada di PII KOMPUTINDO<ol type="1">
 <li>Bisnis Accounting</li>
 <ul>Pelajaran Pokok :</ul><ul type="circle">
 <li>Dasar-dasar Akuntansi</li>
 <li>Penerapan Akutansi dalam Komputer</li>
 </ul>
 <li>Computer Information Management</LI>
 <ul>Pelajaran Pokok :</ul><ul type ="disc">
 <li>Vb</li>
 <li>Database</li>
 <li>Web</li>
 </ul>
 <li>Computer Enginering</LI>
 <ul>Pelajaran Pokok :</ul><ul type ="circle">
 <li>Bongkar Pasang</li>
 <li>Install</li>
 </ul>
 <li>Profesional Sekretaris</LI>
 <ul>Pelajaran Pokok :</ul><ul type ="square">
 <li>Menjadi Sekretaris Yang Profesional</li>
 <li>Cara Berdandan</li>
 </ul>
 </ol>
<body></font>
<table border="1" align="Align Text Left " bgcolor="white" font="white">
<tr>
<td>Bisnis Accounting</td>
<td>Computer Information Management</td>
<td>Computer Enginering</td>
<td>Profesional Sekretaris</td>
</tr>
<tr>
<td>Adil Aspiran Mey Moral Gea</td>
<td>Budhi Cahyo</td>
<td>Citra Pratiwi</td>
<td>Dimas Andrean</td>
</tr>
<tr>
<td>Ayam Bumbu</td>
<td>Ayam Sambal</td>
<td>Gulai Ikan</td>
<td>Gulai Ayam</td>
</tr>
</body>
</p>
<H3 style="font-family:Baskerville Old Face; color:green; font-si:24px;">
<blink>PII KOMPUTINDO<br>Everybody Says......YESS...!!!</blink></H3>
<font color="white">C<sup>O</sup>M<sub>P</sub>U<sup>T</sup>E<sub>R</sub>
         I<sup>N</sup>F<sub>O</sub>R<sup>M</sup>A<sub>T</sub>I<sup>O</sup>N          M<sup>A</sup>N<sub>A</sub>G<sup>E</sup>M<sub>E</sub>N<sup>T</sup> </font>     
<form name="input" action="html_form_submit.asp" method="get">
Blogger : <a href="http://www.w3schools.com">Http://supatmiati.blogspot.com/</a><br>
Facebook: <a href="http://www.w3schools.com">fatmy serina cyank (Qmue wae)</a><br>
Email   : <a href="http://www.w3schools.com">supatmiati@yahoo.com</a><br>
                      <a href="http://www.w3schools.com">supatmiati17@ymail.com</a><br> 

Firewall

FIREWALL
Firewall atau dinding api adalah suatu sistem perangkat lunak yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk bisa melaluinya dan mencegah lalu lintas jaringan yang dianggap tidak aman. Umumnya, sebuah tembok-api diterapkan dalam sebuah mesin terdedikasi, yang berjalan pada pintu gerbang (gateway) antara jaringan lokal dengan jaringan Internet.

Secara mendasar, firewall dapat melakukan hal-hal berikut:

  • Mengatur dan mengontrol lalu lintas jaringan
  • Melakukan autentikasi terhadap akses
  • Melindungi sumber daya dalam jaringan privat
  • Mencatat semua kejadian, dan melaporkan kepada administrator.
from : wikipedia